KUALA KAPUAS, kapuaskini.com — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Kapuas pada Selasa sore, 18 Agustus 2026. Titik api terpantau membakar vegetasi semak belukar di kawasan Handel Mawar, Desa Mawar Mekar RT 01 (wilayah Sei Tatas Hilir), Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, dengan titik koordinat 2°53’36.5″S 114°27’19.3″E.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, informasi kebakaran pertama kali diterima pada pukul 14.55 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak menuju lokasi dan memulai operasi pemadaman pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB.
Diperkirakan luas area lahan yang terbakar mencapai ± 5 hektare. Dari luasan tersebut, tim gabungan berhasil melokalisasi dan memadamkan area seluas kurang lebih 1 hektare.
Tantangan Medan dan Pasokan Air
Operasi pemadaman di lokasi menghadapi sejumlah kendala di lapangan, antara lain:
● Aksesibilitas yang Sulit: Medan jalan yang sempit dan terjal membuat armada pemadam besar tidak bisa masuk. Pengangkutan mesin pompa air dan peralatan pemadaman terpaksa mengandalkan kendaraan roda dua (R2) serta perahu kecil (kelotok ces).
● Ketersediaan Sumber Air Menipis: Kondisi debit air sungai/saluran sekitar yang mulai surut menyulitkan pasokan air untuk suplai selang pemadam.
Sinergi Tim Gabungan
Pemadaman dan upaya pembasahan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya:
● TRC BPBD Kabupaten Kapuas
● Personel TNI dan POLRI
● Relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK)
● Masyarakat Peduli Api/Warga Setempat
Hingga operasi pemadaman dihentikan sementara menjelang petang, bara api di bagian lapisan dalam tanah gambut/semak masih terpantau berasap dan berpotensi menyala kembali. Satgas Karhutla BPBD Kabupaten Kapuas mengonfirmasi bahwa pemantauan lanjutan serta proses cooling down (pembasahan mendalam) akan terus dilakukan guna memastikan api benar-benar padam total.





