KUALA KAPUAS — kapuaskini.com Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Desa Pangkalan Rekan RT 07 Rey 14, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, pada Jumat (21/8/2026). Peristiwa kebakaran lahan gambut dengan titik koordinat -3.035397, 114.314442 tersebut menghanguskan area seluas kurang lebih 5 hektare.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla BPBD Kabupaten Kapuas, kepulan asap dan titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 09.00 WIB. Tim gabungan segera merespons laporan tersebut dan melakukan operasi pemadaman serta pembasahan mulai pukul 11.00 hingga 17.00 WIB.
Tantangan Akses dan Karakteristik Lahan Gambut
Proses penanggulangan karhutla di lokasi menghadapi kendala yang cukup berat:
- Akses Jalur Sempit: Menuju titik api hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan roda dua (R2), sehingga mobilitas peralatan pemadam harus dilakukan secara bertahap.
- Minimnya Pasokan Air: Sumber air di sekitar area kejadian sangat terbatas, memperlambat proses suplai air ke nozzle pemadam.
- Struktur Tanah Gambut: Api menjalar di bawah permukaan tanah gambut, sehingga membutuhkan volume air tinggi dan teknik pembasahan mendalam (cooling down) agar tidak kembali menyala.
Sinergi Tim Pemadam Gabungan
Upaya pemadaman dan penyekatan titik api dilakukan secara terpadu oleh personel lintas instansi:
- Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kapuas
- Personel TNI dan POLRI
- Masyarakat Peduli Api (MPA)
- Warga masyarakat setempat
Mengingat sifat tanah gambut yang masih menyimpan bara di lapisan dalam, status api dilaporkan belum padam total hingga penanganan dihentikan menjelang malam. Satgas BPBD bersama warga setempat tetap bersiaga dan melakukan pemantauan intensif di lokasi bekas terbakar guna mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.





